Lawan Arus Digital, SMPN 2 Tlogowungu Luncurkan “Menu Legit”: Siswa Kini Jadi Kreator Konten

PATI, JejakLensa.com | Di tengah gempuran konten media sosial yang seringkali membuat remaja kehilangan fokus, SMPN 2 Tlogowungu (Spendago) mengambil langkah berani. Sekolah ini resmi meluncurkan portal “Menu Legit” (Media Numerasi dan Literasi Digital), sebuah inovasi yang mengubah siswa dari sekadar penonton menjadi kreator konten digital yang cerdas.

Istilah “Menu Legit” dipilih bukan tanpa filosofi. Layaknya hidangan yang menggugah selera, literasi dan numerasi dikemas agar menjadi sesuatu yang dinikmati, bukan ditakuti. Portal ini memfasilitasi siswa untuk mempublikasikan berbagai karya kreatif, seperti:

Poster Digital: Mengubah pesan moral menjadi visual menarik.

Diagram Interaktif: Mengolah data statistik menjadi informasi yang mudah dipahami.

Video Edukasi: Merangkum materi pelajaran dalam format sinematik yang inspiratif.

Mengubah Paradigma: Dari Konsumen Menjadi Kontributor

Gebrakan ini bertujuan menggeser kebiasaan Gen-Z yang cenderung pasif di media sosial. Melalui “Menu Legit”, siswa ditantang untuk berkontribusi bagi ekosistem digital.

“Kita ingin mengubah paradigma. Literasi bukan hanya soal membaca teks, dan numerasi bukan sekadar menghitung angka di kertas. Di sini, siswa mengolah data menjadi diagram digital yang menarik,” ungkap Isna, penggagas program tersebut.

Inovasi Hijau & Portofolio Masa Depan

Selain mendongkrak kompetensi, program ini membawa dua dampak besar lainnya:

Gerakan Paperless (Ramah Lingkungan): Tidak ada lagi tumpukan kertas yang memenuhi mading atau arsip guru. Semua karya terdokumentasi rapi di ruang digital yang dapat diakses publik kapan saja.

Karya yang diunggah menjadi rekam jejak digital (portofolio) yang positif. Ini membuktikan bahwa siswa Spendago memiliki kecakapan logika dan analisis yang kuat sejak dini.

Target: Dongkrak Skor Literasi Nasional

Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan skor literasi dan numerasi sekolah secara signifikan. Dengan rasa bangga saat karyanya dipublikasikan, kepercayaan diri siswa diyakini akan tumbuh pesat.

“Kami ingin membuktikan bahwa belajar itu bisa terasa manis dan berdampak nyata. Saat siswa bangga dengan karyanya, di situlah semangat belajar akan tumbuh,” pungkas Isna optimis.

(Red.)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *