Gelar Sedekah Bumi Tanpa Kehadiran Kepala Desa, Warga Tlogosari Tlogowungu Bertanya-tanya

PATI, JejakLensa.com | Pelaksanaan ritual adat Sedekah Bumi di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati pada Sabtu (18/04/2026). menyisakan tanda tanya besar bagi masyarakat. Tradisi yang seharusnya menjadi simbol kemanunggalan antara pemimpin dan rakyatnya tersebut justru berlangsung tanpa kehadiran sosok Kepala Desa (Kades).

Sedekah bumi, yang merupakan bentuk syukur masyarakat Jawa atas kelimpahan hasil pertanian dan permohonan doa keselamatan, biasanya menjadi panggung bagi pimpinan desa untuk menunjukkan dedikasinya. Namun, dalam prosesi kali ini, posisi sentral Kades terpaksa digantikan oleh bawahannya.

Prosesi Sakral yang Terasa Berbeda
Pantauan di lapangan menunjukkan rombongan kirab budaya tetap berjalan menyusuri jalanan desa dengan iringan gamelan dan antusiasme warga yang luar biasa. Namun, di baris terdepan yang seharusnya ditempati oleh Kades dan istri sebagai “Among Tamu” utama, tampak Kaur Kesra (Modin) beserta istri yang memegang peran tersebut.

Langkah Kaur Kesra yang mengemban tugas kades ini menarik perhatian banyak pihak. Pasalnya, secara turun-temurun, kehadiran Kades dan istri dalam ritual ini dianggap sebagai syarat kelengkapan spiritual dan administratif sebuah desa dalam menyambut berkah bumi.

Ketidakhadiran Kades Tlogosari bukan tanpa alasan yang memicu desas-desus. Menurut keterangan beberapa warga dan sumber internal di lingkungan balai desa, sang Kades diketahui sudah tidak terlihat menjalankan aktivitas kedinasan maupun sosial dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

“Biasanya Pak Lurah (Kades) selalu ada di depan kalau acara seperti ini. Ini kok malah diwakilkan Kaur Kesra. Kabarnya memang sudah seminggu ini beliau tidak kelihatan di kantor,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, belum ada pihak keluarga maupun jajaran perangkat desa yang memberikan pernyataan resmi mengenai alasan pasti absennya sang pimpinan desa. Ketidakhadiran dalam acara sesakral Sedekah Bumi tanpa alasan yang jelas dinilai sebagai hal yang tidak lazim di wilayah Kabupaten Pati.

Masyarakat berharap ada transparansi dari pihak pemerintah desa terkait kondisi Kades Tlogosari. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas desa dan memastikan roda pemerintahan tetap berjalan meski sang pimpinan sedang tidak berada di tempat.

Acara Sedekah Bumi sendiri akhirnya tetap berakhir dengan tertib meski diwarnai suasana penuh tanda tanya. Kini, publik menunggu kejelasan: kemanakah perginya sang Kepala Desa Tlogosari selama satu minggu terakhir?

(Red.)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *