PATI, JejakLensa.com | Ratusan pendidik yang tergabung dalam keluarga besar Forum Komunikasi Kepala Madrasah Tsanawiyah (FKKMTs) wilayah Gunungwungkal dan Tayu (GUYU) memadati Gedung Haji Marwah, Tayu, pada hari ini (04/04/2026). Acara Halal Bi Halal ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi 15 Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Wilayah Kecamatan Gunungwungkal bersama rekan-rekan pendidik dari wilayah Tayu.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Bapak H. Subhan, S.Ag., serta jajaran pengurus FKKMTs GUYU.
Ketua FKKMTs GUYU, Bapak Ahmad Muhaimin, M. Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antar-madrasah di wilayah utara Pati. Beliau menjelaskan bahwa akronim “GUYU” bukan sekadar penanda wilayah Gunungwungkal dan Tayu, melainkan simbol semangat “Guyub” (rukun) dalam memajukan kualitas pendidikan Islam.

“Kehadiran seluruh dewan guru dari 15 MTs wilayah Gunungwungkal di gedung ini adalah bukti nyata bahwa kita adalah satu tubuh. Tantangan pendidikan di era digital hanya bisa kita hadapi jika kita bersatu, saling berbagi inovasi, dan tetap menjaga kerukunan,” ujar Ahmad Muhaimin.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Penmad Kemenag Pati, Bapak H. Subhan, M.Ag., memberikan apresiasi atas kekompakan forum ini. Beliau berpesan agar para guru terus meningkatkan profesionalisme dan menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik tolak peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di madrasah masing-masing.
Bedah Sejarah dan Filosofi Halal Bi Halal
Puncak acara diisi dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ilham Supriyanto, M. Si. Dalam tausiyahnya, beliau membedah secara mendalam perjalanan spiritual umat Muslim. Beliau menjelaskan bahwa kesuksesan puasa Ramadhan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari (Hari Raya).
KH. Ilham Supriyanto juga mengulas sejarah unik “Halal Bi Halal” sebagai produk budaya asli Indonesia yang bertujuan untuk “menghalalkan” kesalahan dan “menguraikan” benang kusut dalam hubungan antarsesama manusia.
“Setelah kita lulus dari madrasah Ramadhan untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta, maka Halal Bi Halal adalah penyempurna untuk memperbaiki hubungan dengan sesama makhluk,” tuturnya.
Suasana religius semakin terasa dengan iringan musik Qosidah yang membawakan lagu-lagu islami menyejukkan hati. Sebagai bentuk apresiasi kepada para guru, panitia juga menyelenggarakan sesi pembagian doorprize yang disambut antusias oleh seluruh peserta.
Acara ditutup dengan mushafahah (bersalaman) massal, menandai komitmen bersama 15 MTs di Gunungwungkal dan Tayu untuk terus melangkah bersama demi mencetak generasi bangsa yang berakhlakul karimah.
(Red.)










