PATI, JejakLensa.com | Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan rutin ngopi bareng keluarga besar Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Cabang Pati, kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa, melainkan forum krusial untuk mengonsolidasikan kekuatan organisasi menjelang agenda besar: Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dijadwalkan berlangsung di Ranting Dukuhseti pada 1 Februari 2026.
Ketua Cabang PSCP Pati, Bapak Agus Widodo, memimpin langsung jalannya diskusi yang dihadiri oleh jajaran pengurus cabang, ketua ranting, serta para pelatih senior.
Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi pencak silat sangat bergantung pada kematangan koordinasi dan kualitas pengkaderan melalui UKT.
Menjaga Standar Kualitas Pendekar
Bapak Agus Widodo menegaskan bahwa UKT tahun 2026 ini akan menerapkan standar yang ketat untuk memastikan setiap siswa yang naik tingkat benar-benar layak secara teknis dan moral.
“Kami berkumpul hari ini untuk menyatukan visi dan mematangkan persiapan. Rencananya, UKT akan kita laksanakan di Ranting Dukuhseti pada tanggal 1 Februari 2026 mendatang. Kita ingin memastikan bahwa setiap siswa yang lulus nanti memiliki kualitas gerak dan fisik yang mumpuni, serta pemahaman yang dalam mengenai filosofi Cempaka Putih,” tegas Bapak Agus Widodo.
Beliau juga menambahkan pesan khusus mengenai esensi dari ujian tersebut bagi para peserta.
“UKT ini adalah momentum pembuktian hasil latihan selama ini. Saya berharap para siswa tidak hanya mengejar kenaikan tingkat secara fisik atau sekadar berganti warna sabuk, tapi juga meningkatkan kedisiplinan dan rasa persaudaraan. Jadilah pendekar yang rendah hati, tidak arogan, dan selalu bermanfaat bagi masyarakat di mana pun kalian berada,” tambahnya dengan penuh penekanan.
Dukuhseti Siap Menjadi Tuan Rumah
Pemilihan Ranting Dukuhseti sebagai lokasi pusat pelaksanaan UKT telah melalui berbagai pertimbangan strategis. Lokasi ini dinilai memiliki fasilitas yang memadai dan semangat gotong royong warga silat setempat yang luar biasa.
Agenda “Ngopi Bareng” ini sendiri merupakan ciri khas PSCP Cabang Pati dalam menyelesaikan setiap tantangan. Menurut Bapak Agus Widodo, segala perbedaan pendapat bisa disatukan dan ide-ide kreatif biasanya muncul.
“Budaya ngopi ini adalah cara kita meruntuhkan sekat antara pengurus dan anggota. Di sini kita bicara hati ke hati. Jika komunikasinya lancar, maka pelaksanaan UKT nanti pun insyaAllah akan berjalan tanpa hambatan berarti,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang dimulai sejak dini, PSCP Cabang Pati optimis bahwa UKT di Dukuhseti akan menjadi tonggak sejarah baru dalam mencetak generasi pendekar yang tangguh, berkarakter, dan setia pada ajaran perguruan.
(Red.)










