PATI, JejakLensa.com | Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke Kabupaten Pati menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan sektor perikanan dan ketahanan pangan di wilayah pesisir.
Dalam agenda tersebut, Menko Pangan didampingi Bupati Pati Sudewo dan Wakil Bupati Pati Chandra meninjau Desa Banyutowo dan Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti.
Fokus kunjungan diarahkan pada pemantauan progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banyutowo, sekaligus melihat langsung potensi dan pengembangan sektor perikanan di Pati. Program tersebut dinilai strategis untuk mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan dan memperkuat rantai produksi perikanan.
Bupati Pati Sudewo menyebut kunjungan Menko Pangan sebagai momentum penting bagi daerahnya. Menurutnya, pemerintah pusat menunjukkan komitmen untuk memperluas pembangunan kampung nelayan di sejumlah titik lain di Kabupaten Pati, termasuk penanganan tambak ikan budidaya.
“Alhamdulillah, Kabupaten Pati telah dikunjungi Menko Pangan, Pak Zulkifli Hasan. Tadi beliau melihat progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Banyutowo dan menyampaikan akan ada beberapa kampung nelayan lagi yang dibangun seperti di Banyutowo di beberapa titik di Kabupaten Pati” ujar Sudewo.
Selain itu, Sudewo juga mengungkapkan rencana penguatan infrastruktur perikanan di wilayah Juwana. Ia menyampaikan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan telah merancang pembangunan pelabuhan perikanan skala besar yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 dan selesai pada 2028. Pelabuhan tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan perikanan, mulai dari tambat kapal hingga sistem pelelangan ikan.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Banyutowo dilakukan secara terintegrasi untuk mendukung aktivitas nelayan secara menyeluruh.
“Di Banyutowo dibangun Kampung Nelayan, dibikinkan pabrik es, ada cold storage, tempat penyimpanan ikan, tempat lelang ikan, dan warung-warungnya dibaguskan. Sebelahnya juga sedang dibangun Koperasi Desa Merah Putih,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada Jumat (13/12/2025) Kepala DKP Pati Hadi Santosa menyampaikan masih terdapat dua fasilitas vital yang belum tersedia, yakni breakwater atau pemecah gelombang serta jetty sebagai jembatan tambat labuh.
Menanggapi pernyataan tersebut, Firman Soebagyo menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan breakwater yang dinilainya sangat krusial bagi keberlanjutan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Dan mengenai breakwater, saya sudah sampaikan kemarin, semua Dirjen hadir, Pak Sekjen hadir, saya minta breakwater agar dikembalikan lagi, diadakan lagi. Jadi breakwater saya minta dikembalikan lagi dan diadakan lagi,” tegas Firman.
“Entah bagaimana caranya, saya minta dikembalikan dan dibangun lagi. Karena breakwater itu yang paling utama. Insyaallah kami akan kawal terus. Oleh karena itu nanti Pak Kades, saya akan ke lapangan, nanti kita sama-sama ke sana, akan saya lihat lagi dan akan saya sampaikan kepada Menteri, kondisi riilnya seperti apa,” ujarnya.
Menurut Firman, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program Presiden yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan. Namun, tanpa keberadaan breakwater, manfaat program tersebut dinilainya tidak akan optimal.
“KNMP (Kampung Nelayan Merah Putih) ini adalah program Bapak Presiden, di mana Bapak Presiden itu adalah program-program yang diberikan kepada masyarakat itu tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan daripada nelayan. Nah, kalau breakwater-nya itu, pemecah ombak itu tidak ada, ya menurut kami, enggak ada gunanya, mubazir,” katanya.
(Red.)










