PATI, JejakLensa.com | Bencana banjir melanda pemukiman warga di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Jumat malam (09/01/2026). Peristiwa ini dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Swatu setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam.
Berdasarkan laporan yang diterima dari otoritas setempat, debit air Sungai Swatu mulai meningkat drastis sejak sore hari. Puncaknya terjadi pada pukul 20.30 WIB, di mana tanggul sungai yang berlokasi di titik RT.01/RW.02 tidak lagi mampu menahan tekanan air.
Penyebab teknis jebolnya tanggul diduga kuat karena adanya sumbatan sampah berupa rumpun pohon bambu di bawah konstruksi jembatan. Sumbatan ini menghalangi laju air, sehingga arus meluap ke arah pemukiman dan mengikis struktur tanggul hingga jebol. Arus air yang sangat deras kemudian dengan cepat merangsek masuk ke rumah-rumah warga.
Banjir ini berdampak luas pada dua rukun warga (RW) di Desa Bulumanis Kidul. Tercatat sebanyak 297 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung, dengan total 220 unit rumah yang terendam air.

Berikut adalah rincian persebaran dampak di tingkat RT:
– RT.02/RW.01 = 62 KK > 26 rumah
– RT.04/RW.01 = 35 KK > 24 rumah
– RT.05/RW.01 = 36 KK > 29 rumah
– RT.06/RW.01 = 23 KK > 21 rumah
– RT.01/RW 02 = 36 KK > 30 rumah
– RT.02/RW.02 = 46 KK > 38 rumah
– RT.03/RW.02 = 61 KK > 52 rumah
Selain genangan air, arus deras juga mengakibatkan kerusakan fatal pada bangunan. Dilaporkan dua rumah warga rata dengan tanah (roboh), yakni milik Bapak Kasrindu yang juga merupakan tempat usaha pabrik krupuk, serta kediaman Ibu Olif.
Total Kerugian dan Korban Jiwa
Beruntung, dalam musibah ini dilaporkan nihil korban jiwa. Warga berhasil melakukan evakuasi mandiri saat debit air mulai meninggi. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup besar, yakni sekitar Rp 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Rupiah), mengingat banyaknya perabotan dan infrastruktur rumah tangga yang rusak akibat terjangan air dan lumpur.
Langkah Penanganan
Hingga saat ini, pihak TNI melalui jajaran Kodim 0718/Pati bersama BPBD dan relawan setempat terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Fokus utama petugas saat ini adalah membantu warga membersihkan material pasca-banjir serta merencanakan perbaikan darurat pada titik tanggul yang jebol guna mengantisipasi adanya banjir susulan jika hujan kembali turun.
Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari ke depan.
(Red.)










