REMBANG, JejakLensa.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang kembali jadi sorotan. Di SDN 1 Sulang, menu yang disalurkan pada Rabu (19/11) diduga mengandung belatung pada lauk ayam, sehingga memicu kegelisahan para wali murid. Meski begitu, kejadian tersebut belum dianggap sebagai insiden luar biasa oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang.
Hingga kemarin, pihak dinas mengaku belum menerima laporan resmi dari sekolah, sehingga belum muncul langkah penanganan dari Dindikpora.
Kabid SD Dindikpora Rembang, Kapti Prasetyo Aji, menjelaskan bahwa sekolah berkewajiban melaporkan setiap dugaan penyimpangan ke dapur SPPG dan Satker MBG kabupaten. Namun laporan ke dinas hanya diwajibkan jika kejadian masuk kategori luar biasa.
“Pihak SDN 1 Sulang sudah melaporkan ke dapur SPPG, tapi sampai saat ini belum ada laporan resmi ke Dinas. Karena belum masuk laporan, kami anggap belum termasuk kejadian luar biasa,” ujar Kapti, Rabu (19/11).
Kapti menegaskan, apabila terjadi insiden yang benar-benar berat, seperti keracunan massal, sekolah bahkan berhak menolak distribusi makanan dari SPPG.

Dugaan temuan belatung pada lauk ayam bukan satu-satunya persoalan. Sejumlah wali murid mengeluh karena dalam waktu singkat dua kali berturut-turut menu MBG bermasalah.
Pada menu sebelumnya, makanan yang disajikan berupa tahu, wortel, dan sayuran yang diduga masih mentah.
“Ini sudah keterlaluan. Dua kali berturut-turut bermasalah. Harus ada tindakan tegas, jangan hanya diam,” keluh salah seorang wali murid SDN 1 Sulang.
Kekecewaan tersebut semakin mempertegas sorotan terhadap standar kebersihan dan kualitas penyajian makanan pada program MBG di daerah itu.
Kepala SPPG Kemadu Sulang, Andi Setiawan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan adanya dugaan belatung pada lauk ayam.
“Laporan sudah saya terima dari Aslap. Saya juga sudah memenuhi panggilan kepolisian untuk dimintai keterangan,” katanya.
Namun Andi membantah keras tuduhan bahwa pihaknya menyajikan tahu dalam kondisi mentah.“Tahu yang kami sajikan sudah diolah dengan cara steam (dikukus), bukan mentah,” tegasnya.
(Red.)










